Artikel Terbaru
09.50
Membuat Soal Matematika di Edmodo
Written By Amin Herwansyah on 12 Okt 2016 | 09.50
Membuat soal matematika di Edmodo. Membuat soal (quiz) Matematika di Edmodo harus menggunakan equation editor. Anda dapat menggunakan :
- Latex yang beralamat di : http://www.codecogs.com/latex/eqneditor.php , untuk tutorialnya silahkan baca dari blognya Bu Amiroh : Cara mudah dan cepat menampilkan equation di edmodo
- Apps browser Google Chrome : Daum Equation Editor , untuk tutorialnya silahkan baca di blog https://mathyess.wordpress.com ; Cara mengetik rumus matematika di Edmodo
Kategori:
matematika,
media matematika
10.36
Bentuk a cos x + b sin x
Written By Amin Herwansyah on 6 Okt 2016 | 10.36
Kategori:
matematika,
matematika sma
08.58
Teknik Menyusun Modul Pelajaran
Written By Amin Herwansyah on 15 Sep 2016 | 08.58
Teknik Menyusun Modul Pelajaran. Menyusun sebuah modul pelajaran adalah sebuah kebutuhan jika di sekolah Anda memakai Sistem Kredit Semester (SKS). Keterbatasan buku paket yang disediakan oleh sekolah di perpustakaan sangatlah tidak cukup dari sisi jumlah. Belum lagi dari sisi isi yang di sesuaikan dengan jumlah semester percepatan untuk anak berbakat. Semester percepatan biasanya terdiri dari empat semester (pemadatan).
Untuk hal tersebut di atas saya rekomendasikan sebuah bacaan tentang membuat modul pelajaran dari Bapak Dwi Rahdiyanta staf pengajar UNY. Selamat mencoba.
09.50
Luas Bayangan Bangun Datar
Written By Amin Herwansyah on 8 Agu 2016 | 09.50
Menghitung Luas Bayangan Bangun Datar.
Contoh 1

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa bayangan titik A, B, C, dan D berturut-turut adalah A’(4, 0), B’(12, 0), C’(12, 4), dan D’(4, 4).
Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang transformasi titik, garis, dan kurva. Kalian tentu mengetahui bahwa dari beberapa titik dan beberapa garis dapat dibuat bidang datar. Nah, kali ini kalian akan belajar tentang cara menentukan luas bayangan dari bangun datar setelah ditransformasi.
Sebagaimana kalian ketahui, suatu bangun datar jika ditransformasi akan mengalami perubahan. Adapun perubahan tersebut dapat berupa posisi atau letak, dapat pula bentuk bangunnya, atau juga ukurannya.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang luas bayangan bangun ruang, mari kita ingat kembali cara menghitung luas segitiga jika diketahui koordinat ketiga titik sudutnya.
Luas segitiga ABC dengan koordinat titik-titik sudut A(x1, y1), B(x2, y2), dan C(x3, y3) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut:
Nah, untuk mempermudah pemahaman kalian tentang bagaimana menentukan luas bayangan bangun datar, mari kita perhatikan contoh berikut.
Contoh 1
Tentukan luas bayangan persegi panjang ABCD dengan koordinat A((2, 0), B(6,0), C(6, 2), dan D(2,2) jika ditransformasikan terhadap matriks berikut: 
Penyelesaian :
Berdasarkan konsep transformasi, diperoleh hasil transformasi sebagai berikut:
Penyelesaian :
Berdasarkan konsep transformasi, diperoleh hasil transformasi sebagai berikut:
Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa bayangan titik A, B, C, dan D berturut-turut adalah A’(4, 0), B’(12, 0), C’(12, 4), dan D’(4, 4).
Berdasarkan gambar di atas, tampak bahwa bentuk bayangan hasil transformasi masih berupa persegi panjang.
Luas A’B’C’D’ = A’B’ x A’D’= 8 x 4 = 32 satuan luas.
Credit : https://link.quipper.com
Kategori:
matematika,
matematika sma
14.52
Dilatasi Berpusat di P (a, b)
Written By Amin Herwansyah on 5 Agu 2016 | 14.52
Dilatasi yang berpusat di P (a, b) dengan Faktor Skalar k.
Konsep Dasar
Berikut ini adalah perbedaan hasil dilatasi dengan memperhatikan nilai dari faktor skala k:
Nah, tahukah kalian perbedaan antara hasil dilatasi dengan pusat O(0,0) dan P(a,b)?
Mari kita temukan jawabannya dengan memperhatikan ilustrasi berikut ini.
Dilatasi yang berpusat di P (a, b) dengan Faktor Skalar k.
Persamaan matriks yang sesuai dengan dilatasi ini adalah sebagai berikut:

Contoh 1 :
Tentukan bayangan titik P(2,−1) oleh dilatasi terhadap titik pusat A(3,4) dengan faktor skala (-3).
Penyelesaian ;
Jika P′(x′,y′) adalah koordinat titik bayangan yang dimaksud, maka
Jadi, bayangan titik P(2,−1) oleh dilatasi terhadap titik pusat A(3,4) dengan faktor skala (-3) adalah P(6,19).
Contoh 2 :
Tentukan persamaan bayangan garis y=3x+2 oleh dilatasi dengan pusat P(21) dan faktor skala 4.
Penyelesaian:
Jika A′(x′,y′) adalah koordinat titik bayangan yang dimaksud, maka
Dengan demikian maka,
Banyak masalah nyata yang berhubungan dengan dilatasi. Sebagai contoh penggunaan mikroskop untuk memperbesar foto penampang. Konsep dilatasi juga digunakan dalam pembuatan peta. Dalam hal ini, faktor skala memegang peranan penting.
Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang dilatasi yang berpusat di titik O(0,0) dengan faktor skala k. Nah, dalam topik ini kalian juga akan belajar tentang dilatasi, namun pusat dilatasinya adalah P(a,b).
Seperti yang telah kalian ketahui, pusat dilatasi dan faktor skala memegang peranan penting dalam dilatasi.
Konsep Dasar
Berikut ini adalah perbedaan hasil dilatasi dengan memperhatikan nilai dari faktor skala k:
- Jika k>1, maka bayangan benda diperbesar dan kedudukan benda dan bayangan adalah sepihak terhadap pusat dilatasi.
- Jika 0<k<1, maka bayangan benda diperkecil dan kedudukan benda dan bayangan adalah sepihak terhadap pusat dilatasi.
- Jika −1<k<0, maka bayangan benda diperkecil dan kedudukan benda dan bayangan berlawanan pihak terhadap pusat dilatasi.
- Jika k<−1 maka bayangan benda diperbesar dan kedudukan benda dan bayangan berlawanan pihak terhadap pusat dilatasi.
Nah, tahukah kalian perbedaan antara hasil dilatasi dengan pusat O(0,0) dan P(a,b)?
Mari kita temukan jawabannya dengan memperhatikan ilustrasi berikut ini.
Dilatasi yang berpusat di P (a, b) dengan Faktor Skalar k.
Jadi, koordinat bayangan dari titik A(x,y) oleh dilatasi [P(a,b),k] adalah A′(a + k(x - a), b + k(y − b)).
Contoh 1 :
Tentukan bayangan titik P(2,−1) oleh dilatasi terhadap titik pusat A(3,4) dengan faktor skala (-3).
Penyelesaian ;
Jika P′(x′,y′) adalah koordinat titik bayangan yang dimaksud, maka
Jadi, bayangan titik P(2,−1) oleh dilatasi terhadap titik pusat A(3,4) dengan faktor skala (-3) adalah P(6,19).
Contoh 2 :
Tentukan persamaan bayangan garis y=3x+2 oleh dilatasi dengan pusat P(21) dan faktor skala 4.
Penyelesaian:
Jika A′(x′,y′) adalah koordinat titik bayangan yang dimaksud, maka
Dengan demikian maka,
Bayangan garis y = 3x + 2 oleh dilatasi terhadap titik pusat P(2,1) dan faktor skala 4 adalah :
garis y = 3x + 23.
Credit : https://link.quipper.com/
Kategori:
matematika,
matematika sma
14.58
Transformasi Kurva Menggunakan Matriks. Bentuk matriks dapat digunakan dalam transformasi. Adapun transformasi merupakan fungsi yang memetakan titik semula ke bayangan titik tersebut.
Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang transformasi titik dengan menggunakan matriks tunggal. Nah, pada topik ini kalian akan belajar tentang cara menentukan bayangan garis atau kurva dengan menggunakan matriks transformasi tunggal.
Kalian pasti tidak akan merasa kesukaran dalam mempela
Agar kalian dengan mudah memahami masalah ini, mari kita perhatikan gambar berikut ini:

Perlu kalian ketahui, titik (x, y) adalah titik yang akan ditransformasikan terhadap matriks
, sedangkan (x', y') adalah titik hasil transformasi.
Mari kita perhatikan kembali contoh .
Dalam contoh , matriks transformasi yang digunakan adalah
. sehingga diperoleh hubungan sebagai berikut:

Selanjutnya jika kita subtitusikan x = x' - 4 dan y = y' - 6 ke dalam persamaan garis 2x + 3y = 6, maka diperoleh persamaan garis yang baru, yaitu:
+3(y'-6)=6)
<=> 2x '- 8 + 3y' - 18 = 6
<=> 2x' + 3y' = 32,
dengan demikian bayangan garisnya adalah :
2x + 3y = 32
Credit : https://link.quipper.com/
Transformasi Kurva Menggunakan Matriks
Written By Amin Herwansyah on 4 Agu 2016 | 14.58
jari materi ini karena pada dasarnya transformasi garis maupun kurva dengan menggunakan matriks tunggal caranya sama dengan melakukan transformasi titik.
Apakah kalian tahu sebabnya?
Ya, hal ini dikarenakan garis maupun kurva adalah himpunan titik-titik yang memenuhi syarat tertentu.
Untuk mempermudah kalian dalam mempelajari topik ini, mari kita cermati beberapa contoh soal
Konsep Dasar :
Perlu kalian ketahui, titik (x, y) adalah titik yang akan ditransformasikan terhadap matriks
Mari kita perhatikan kembali contoh .
Dalam contoh , matriks transformasi yang digunakan adalah
Selanjutnya jika kita subtitusikan x = x' - 4 dan y = y' - 6 ke dalam persamaan garis 2x + 3y = 6, maka diperoleh persamaan garis yang baru, yaitu:
<=> 2x '- 8 + 3y' - 18 = 6
<=> 2x' + 3y' = 32,
dengan demikian bayangan garisnya adalah :
2x + 3y = 32
Credit : https://link.quipper.com/
Kategori:
matematika,
matematika sma



















